Aku tetap menjadi apa yang kau takutkan,
menjalar membakar seluruh jiwa.
Memacu denyut jantung dengan rona merah
amarah...
Kau sebut semua itu sejarah....!!
*(apank 2003)
TANGAN REVOLUSI ITU (KITA)
Kita adalah motor bagi revolusi
Sebagai martir bagi para penindas
Bom waktu yang siap meledakkan para kapitalis
Buka mata kalian semua,
demi apa yang telah kita rasakan,
demi apa yang telah kita dapatkan.
Atau kita akan jadi budak kapitalis
sepanjang hidup kita.
Tanpa ada yang kita perbuat,
tanpa ada yang kita rubah
kita terlihat seperti pecundang..!!
Namun ,apakah kita rela
menjadi sampah imperialisme
sampai kita mati...
*(apank/140106)
Kita harus melawan sistem yang ada,setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri
dan perubahan diri sendiri adalah kekuasaan kita,bukan orang lain.
Orang lain boleh menilai,menentang,melawan,menghina,memandang sebelah mata.
tapi inilah diri kita,yang paling mengerti,tiap apa yang kita rasakandan bertanggung jawab
atas apa yang telah kita perbuat...
*(apank130107)
Aku dan sore yang tak pernah sisakan senyum,
setelah siang yang panas tanpa ampun.
Kusambung hidup dengan sebatang harap.
Tanpa kutahu dimana muaramu,waktu.
Namun aku tahu.,
kemana aku berjalan,
kemana aku beranjak.
Kemasi reruntuhan hati
setelah kau pergi...
*(apank/dewadaru06)
Tak akan pernah kutinggalkan kota ini
walau wajah-wajah kebencian menterorku
menjadikanku asing ditanah kelahiranku.
Aku memang tak akan beranjak dari sini
tetap menetap dan terus menatap,
depan bukan belakang,
karena aku enggan menoleh.
Menjaga janin-janin mimpi,
hingga terlahir menciptakan
bocah-bocah harapan.
Aku tetap disini,
bukan karena aku telah tanamkan
benih-benih janji dirahim sang waktu,
lebih dari itu.
Aku akan pergi saat wajah-wajah telah terganti...
*(apank/Ringinsari06)
aku terdewasakan berama linangan air mata
hempasan angin dan debu kepalsuan.
Aku tak seperti mereka
bermandikan embun pagi hari
merekah indah seharum kasturi.
*(apank06)
KATANYA,KATAMU,KATAKU,KATADIA
ketika mesin-mesin penggilas
berjalan congkak didepanku
siap menerjang apa yang ada didepanmu.
Kau rezim serigala tua
berderap mantap hancurkan semua.
Kau presiden dijalanan
tiupkan peluit perang dengan banyak alasan
Kau pasung hak atas nama kewajiban
berikn ceramah singkat tentang peraturan.
Aku muak dengan semua pasal yang kau obral
dan engkau hamba hukum yang berkuasa
bukan resin yang berbahaya..
*(APANK/BESOLE06)
Riuh rendah tangkai "gemlarah"
mendiskusikan awan
Tak kunjung hujan mereka bergumam
sunyi enyap memasung hasrat
ribuan burung tuk bernyanyi.
Panas,panas,panas
semua bercerita tentang panas.
Gerah seakan ingin marah
mendekam dalam letih dan pasrah.
Semua terus bertanya tentangmu
semua terus menunggu datangmu
satu tetesmu menghilangkan gerah,
yang semakin parah
*(apank/besole2006)
0 komentar