Hujan dan Kopi bukan sekedar pelengkap melankoli malam sehabis hujan
Sedikit melankoli malam ini,bukan sekedar pelengkap romantisme malam dan kopi,bukan juga sekedar metamorfosa dari lantunan payung teduh atau gumam lirihnya hotma simamora dengan "sementara" nya
Lebih dari semua itu adalah pelepasan dari rutinitas ,carut marut otak ,kealpaan untuk sejenak lepas dari segala rutinitas,mencari sebentuk kebahagiaan sederhana dari segelas kopi ,membagi cerita dengan buku ,karna semua bisa ternikmati secara sederhana.
Sesederhana lirik endah & resha atau bahagianya sujiwo tedjo cuit sana cuit sini di twiter ,nikmati ini seperti homogenic bernyanyi seringan awan.tanggalkan sejenak baju perang ,nikmatilah malam,rayakanlah dengan asap,di lelah nafas ,jalan dan pencarian jawaban ..ikutilah Farid bernyanyi..
Depank_believe
0 komentar