Amarah (

By dunia pencerita - 14.23

Aku titipkan amarahku pada kopi dan siang yang sepi
Duniaku tetap berayun perlahan walaupun
Di luaran  sang amarah mudah pecah ,
Itu amarah mereka bukan amarahku

Aku biarkan diriku dingin dan sepi
Sudah habis ,aku serahkan amarahku pada kopi yg mulai didinginkan waktu

Jakarta 2016

Latepost

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar