Aku titipkan amarahku pada kopi dan siang yang sepi
Duniaku tetap berayun perlahan walaupun
Di luaran sang amarah mudah pecah ,
Itu amarah mereka bukan amarahku
Aku biarkan diriku dingin dan sepi
Sudah habis ,aku serahkan amarahku pada kopi yg mulai didinginkan waktu
Jakarta 2016
Latepost
0 komentar