“Lindungi
bendera itu dengan bangkaimu, nyawamu, dan tulangmu. Itulah tempat yang
selayaknya bagimu, seorang putra tanah Indonesia tempat darahmu
tertumpah”
(massa actie , Tan Malaka )
Putih tulang kini , telah berserakan tak tahu arah dan tujuan
Dalam darah yang masih tertumpah
Tapi kini darah satu tanah air saling membasahi
Saudara setanah air namun menjadi musuh hingga akhir
Darah yang kau tumpahkan dulu untuk kemerdekaaan
Kini terganti darah satu tanah air berebut “ gabah “
Nyawamu yang kau persembahkan untuk Negara ini
Tercampur arogansi , darah ,fitnah, provokasi
Bendera yang kau jaga dulu,
kini menjadi bungkus bangkai buruh kelaparan
Penyumbat suara rakyat dan demonstran
++++
( apank . )
0 komentar